Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran usaha RT/RW Net: tagihan bulanan yang terbit sendiri, isolir yang mengikuti tanggal Akses sampai, dan pelanggan yang masih membayar tunai

Penagihan RT/RW Net hampir selalu berbentuk sama: puluhan sampai ratusan rumah, paket Rp 100.000 sampai Rp 250.000 per bulan, dan pelanggan yang diisolir kalau telat. Bentuk itu cocok dengan menu Langganan: satu plan per paket kecepatan, tagihan QRIS yang terbit sendiri setiap bulan, pengingat yang terkirim sendiri, dan satu tanggal per pelanggan yang menjawab pertanyaan “boleh internetan atau tidak”. Untuk paket Rp 150.000, biayanya Rp 1.300 per pelanggan per bulan. Tulisan ini menyusun alurnya dari pasang baru sampai isolir.

Sebelum menagih: dasar usahanya harus beres

Menjual kembali akses internet tanpa izin adalah pelanggaran. Kementerian Kominfo (kini Komdigi) menyebut 150 RT/RW Net ditertibkan sepanjang 2023 dan mengimbau pelakunya mengurus izin sesuai ketentuan (detikINET, 24 April 2024). Jalur yang umum adalah kemitraan resmi dengan penyelenggara jasa internet berizin, dengan syarat yang ditentukan penyelenggara itu. Rinciannya ditanyakan ke mitra ISP dan diperiksa di sumber resmi pemerintah, bukan di artikel ini.

Bagi Kasera Pay hal itu menentukan, karena kebijakan penggunaan terlarang menolak penerimaan pembayaran untuk apa pun yang dilarang hukum Indonesia. Satu hal lagi dari kebijakan yang sama: kalau pengelola menagih atas nama pihak lain, misalnya memungut iuran untuk pelanggan yang kontraknya dengan ISP induk, itu termasuk menerima pembayaran atas nama orang lain dan butuh persetujuan tertulis lebih dulu. Pengelola yang menjual layanannya sendiri dan menagih untuk dirinya sendiri tidak masuk kategori itu. Kalau ragu, tanyakan ke [email protected] sebelum tagihan pertama.

Paket sebagai plan, pelanggan sebagai langganan

Setiap paket kecepatan menjadi satu plan bulanan, misalnya “10 Mbps Rp 125.000” dan “20 Mbps Rp 175.000”. Setiap rumah menjadi satu pelanggan dengan nama, nomor HP, dan alamat email kalau ada. Langganan menggabungkan keduanya. Siklus pertama ditagih saat langganan dibuat, lalu tagihan berikutnya terbit sendiri di awal setiap periode, dengan pengingat saat terbit dan sekali lagi tiga hari sesudahnya.

Pengingat lewat WhatsApp hanya dikirim ke pelanggan yang menyetujuinya dan memakai saldo WhatsApp akun; nomor HP saja tidak dihitung sebagai persetujuan. Pelanggan lain diingatkan lewat email. Untuk RT/RW Net, tempat sebagian pelanggan tidak pernah membuka email, persetujuan WhatsApp sebaiknya diminta saat pemasangan, bukan saat tagihan pertama sudah telat.

Satu tanggal jatuh tempo untuk semua rumah

Langganan yang dibuat dari dashboard mulai menagih pada hari dibuat. Pengelola yang memindahkan 80 pelanggan dalam satu sore akan mendapat 80 tanggal jatuh tempo yang sama, tetapi pelanggan yang dipasang bulan berikutnya akan jatuh tempo di tanggal pasangnya masing-masing. Untuk pelanggan lama, ada cara yang lebih rapi: impor CSV di menu Langganan, dengan kolom next_bill_date berisi tanggal tagihan berikutnya, misalnya tanggal 1 bulan depan untuk semua baris.

Pemeriksaan file tidak membuat apa pun dan tidak mengirim pesan, jadi daftar dari spreadsheet lama bisa dicek dulu. Satu file paling banyak 500 baris. Isi external_id dengan ID pelanggan yang sudah dipakai di router atau buku catatan, misalnya username PPPoE; kolom itu yang membuat impor aman diulang, dan yang nanti menghubungkan pembayaran dengan rumah yang harus dibuka isolirnya. Kolom whatsapp diisi “ya” hanya untuk pelanggan yang sudah setuju.

Isolir mengikuti Akses sampai, bukan label status

Kolom Akses sampai menunjukkan akhir periode yang sudah dibayar. Karena tagihan bulan baru terbit tepat saat periode lama berakhir, pelanggan yang belum membayar sudah melewati tanggal Akses sampai sejak hari jatuh tempo, walaupun statusnya masih Aktif selama tiga hari masa tenggang. Keputusan isolir diambil dari tanggal itu ditambah kelonggaran yang dipilih pengelola sendiri.

Susunan yang mudah dijelaskan ke pelanggan:

  1. Hari jatuh tempo: tagihan terbit, pengingat pertama terkirim. Internet tetap jalan.
  2. Hari ketiga: pengingat kedua terkirim dan langganan pindah ke Nunggak. Ini saat yang wajar untuk isolir.
  3. Pelanggan membayar: tagihan lunas, Akses sampai maju satu bulan, dan isolir dibuka.
  4. Hari ke-14 tanpa pembayaran: tagihan ditutup sebagai Tidak dibayar dan langganan berhenti. Pembayaran yang datang sesudahnya tidak menghidupkannya lagi.

Tanpa coding, langkah isolir dan buka isolir dikerjakan manual: buka daftar Langganan, cari pelanggan yang berstatus Nunggak, lalu ubah profil pelanggan itu di router. Pengelola yang punya sistem billing sendiri bisa mengotomatiskannya dengan webhook Langganan: invoice.overdue terkirim saat langganan menjadi Nunggak, dan invoice.paid serta subscription.activated terkirim saat tagihan dibayar. Pengiriman bisa berulang dan urutannya bisa tertukar, jadi event dipakai sebagai tanda untuk membaca ulang langganannya, lalu paid_through yang dibaca itulah yang menentukan isolir atau tidak. Cara memeriksa tanda tangan webhook-nya ada di artikel webhook pembayaran yang aman.

Satu tombol yang tidak cocok untuk isolir adalah Jeda. Langganan yang dijeda tidak ditagih, tetapi saat dilanjutkan, setiap siklus yang terlewat selama jeda tetap ditagih satu per satu. Isolir dikerjakan di router; tagihannya dibiarkan berjalan.

Pelanggan yang membayar tunai

Hampir setiap RT/RW Net punya pelanggan yang menitipkan uang ke pengelola atau ke warung sebelah. Pembayaran yang dicatat di luar Kasera Pay, termasuk uang tunai, tidak menutup tagihan di menu Langganan. Kalau pelanggan tunai ikut dimasukkan, tagihannya tetap terhitung belum dibayar, pengingatnya tetap terkirim, dan setelah 14 hari langganannya berhenti sendiri.

Karena itu pelanggan tunai sebaiknya tetap di buku catatan sendiri, dan hanya pelanggan yang membayar lewat QRIS yang dimasukkan ke menu Langganan. Pelanggan tunai yang suatu bulan ingin membayar dari ponsel bisa dikirimi tautan pembayaran biasa; pindahkan ke menu Langganan setelah ia rutin membayar dengan cara itu.

Biaya pasang, ganti paket, dan naik harga

Biaya pemasangan ditagih sebagai permintaan pembayaran tersendiri pada hari teknisi memasang, sebelum langganan dibuat. Ganti paket berlaku pada perpanjangan berikutnya dan tidak ada prorata, jadi pelanggan yang naik dari 10 ke 20 Mbps di tengah bulan sebaiknya diberi tahu bahwa harga baru mulai di tagihan bulan depan. Kalau harga paket dinaikkan, plan menjadi versi baru dan pelanggan lama tetap di harga lama sampai dipindahkan; ini memberi waktu untuk mengumumkan kenaikan harga lebih dulu.

Biayanya, dengan angka ilustrasi

Tagihan langganan dibayar lewat QRIS: 0,7% (dibulatkan ke atas) ditambah Rp 250 per tagihan yang dibayar. Tagihan yang tidak dibayar tidak dikenai biaya, dan tidak ada biaya bulanan. Harga paket di bawah ini contoh, bukan harga pasar.

Tagihan (contoh harga)QRISVirtual Account
Paket 5 Mbps, Rp 100.000 per bulanRp 950Tidak tersedia di menu Langganan
Paket 10 Mbps, Rp 125.000 per bulanRp 1.125Tidak tersedia di menu Langganan
Paket 20 Mbps, Rp 175.000 per bulanRp 1.475Tidak tersedia di menu Langganan
Biaya pasang, Rp 300.000 (permintaan pembayaran biasa)Rp 2.350Rp 5.000

Contoh sebulan: 120 pelanggan membayar paket Rp 150.000 lewat QRIS, total Rp 18.000.000. Biaya transaksinya 120 × Rp 1.300 = Rp 156.000. Dengan pencairan mingguan, empat kali Rp 3.000 menambah Rp 12.000, jadi totalnya Rp 168.000, sekitar 0,93% dari uang yang masuk. Rincian tarifnya ada di halaman biaya transaksi dan pencairan.

Teknisi, penagih, dan pencairan

Teknisi atau penagih keliling diundang sebagai Staf. Staf bisa membuat dan melihat permintaan pembayaran, misalnya untuk biaya pasang di lokasi, tetapi tidak bisa menekan Cairkan sekarang atau mengubah rekening pencairan. Saldo dicairkan ke rekening pemilik sesuai jadwal: harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual. Pengelola yang membayar tagihan bandwidth ke ISP induk di awal bulan bisa memilih jadwal yang membuat saldo sudah cair sebelum tanggal itu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pelanggan RT/RW Net bisa didebet otomatis setiap bulan?

Tidak. Menu Langganan tidak menyimpan instruksi debet. Yang otomatis adalah sisi pengelola: tagihan terbit sendiri di awal periode, pengingat terkirim sendiri, dan tanggal Akses sampai tercatat sendiri. Pelanggan tetap membayar setiap bulan dengan memindai QRIS dari aplikasi bank atau dompet digital.

Bisakah tagihan bulanan dibayar lewat Virtual Account?

Tidak lewat menu Langganan, karena tagihannya hanya bisa dibayar dengan QRIS. Pelanggan yang hanya bisa transfer bank ditagih dengan permintaan pembayaran biasa setiap bulan, yang bisa dibayar lewat Virtual Account dengan biaya Rp 5.000 per pembayaran. Untuk paket di bawah sekitar Rp 678.600, QRIS lebih murah, dan di atas Rp 1.000.000 keduanya kena 1% dari seluruh nominal.

Pelanggan membayar seminggu setelah langganannya berhenti. Apakah langganannya hidup lagi?

Tidak. Tagihan yang tidak dibayar 14 hari setelah jatuh tempo ditutup sebagai Tidak dibayar dan langganannya berhenti. Pembayaran yang masuk sesudah itu melunasi tagihannya, tetapi tidak menghidupkan langganan dan tidak memperpanjang Akses sampai. Pelanggan itu dibuatkan langganan baru, dan internetnya dibuka secara manual.

Apakah pengelola RT/RW Net perorangan bisa memakai Kasera Pay?

Bisa, dengan akun perorangan yang diverifikasi dengan KTP, selfie, dan rekening atas nama sendiri. Langganan live hanya bisa dibuat setelah verifikasi selesai, sedangkan mode test bisa dipakai sejak hari pertama untuk mencoba alurnya. Yang perlu beres lebih dulu adalah dasar usahanya sendiri: menjual kembali akses internet memerlukan izin atau kerja sama resmi dengan penyelenggara jasa internet berizin.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store