Blog · Terbit · Diperbarui

Menerima pembayaran toko buku dan alat tulis: belanja receh yang digabung dalam satu QRIS, paket buku tahun ajaran baru per siswa, dan pesanan sekolah lewat Virtual Account

Toko buku dan alat tulis menerima tiga jenis pembayaran yang ukurannya sangat berbeda. Di kasir, belanja pulpen, buku tulis, dan novel digabung dalam satu QRIS, karena setiap pembayaran QRIS kena Rp 250 tetap di atas 0,7%. Menjelang tahun ajaran baru, paket buku per siswa paling rapi dibayar lewat satu halaman pembayaran dengan nama siswa di kolom catatan. Pesanan sekolah dan kantor bernilai jutaan dibayar lewat Virtual Account, yang saat ini kena biaya tetap Rp 5.000 per pembayaran.

Berapa biayanya per transaksi

QRIS kena 0,7% (dibulatkan ke atas) + Rp 250 per pembayaran berhasil, dan Virtual Account Rp 5.000, sampai Rp 1.000.000. Sejak 26 Oktober 2026 pembayaran di atas Rp 1.000.000 kena 1% dari seluruh nominal di kedua metode. Tidak ada biaya bulanan dan tidak ada biaya untuk tagihan yang kedaluwarsa, seperti dirinci di halaman biaya. Dengan tarif saat artikel ini ditulis dan harga yang umum di toko buku (ilustrasi):

Transaksi (ilustrasi)NominalQRISVirtual Account
Dua pulpenRp 6.000Rp 42 + Rp 250 = Rp 292Tidak bisa (minimum Rp 10.000)
Lima buku tulis, pensil, penghapusRp 34.000Rp 238 + Rp 250 = Rp 488Rp 5.000
Dua novelRp 168.000Rp 1.176 + Rp 250 = Rp 1.426Rp 5.000
Paket buku kelas 4 SDRp 485.000Rp 3.395 + Rp 250 = Rp 3.645Rp 5.000
Paket buku kelas 7 SMPRp 850.000Rp 5.950 + Rp 250 = Rp 6.200Rp 5.000
ATK satu semester untuk satu sekolahRp 9.600.000Rp 96.000 (1%)Rp 96.000

Titik baliknya sekitar Rp 678.600: di bawah itu QRIS lebih murah, dari situ sampai Rp 1.000.000 Virtual Account. Sejak 26 Oktober 2026 pembayaran di atas Rp 1.000.000 kena 1% dari seluruh nominal di kedua metode. Untuk toko buku, garis itu kira-kira memisahkan paket SD dari paket SMP dan SMA. Satu pembayaran maksimum Rp 10.000.000 secara bawaan. Maksimum Virtual Account bisa dinaikkan per akun lewat [email protected]; sampai itu disetujui, pesanan yang lebih besar dipecah. Rinciannya ada di dokumentasi batas transaksi.

Di kasir: satu tagihan per pembeli, bukan per barang

Pembeli yang datang untuk satu pulpen sering pulang membawa buku tulis, map, dan sampul plastik. Buat satu permintaan pembayaran setelah semua barang dihitung. Tiga tagihan terpisah Rp 6.000, Rp 12.000, dan Rp 16.000 kena Rp 292, Rp 334, dan Rp 362, jadi Rp 988; satu tagihan Rp 34.000 kena Rp 238 ditambah Rp 250, jadi Rp 488. Bagian 0,7% hampir sama, selisihnya datang dari Rp 250 tetap yang dibayar sekali, bukan tiga kali.

Belanja yang memang kecil, misalnya dua pulpen Rp 6.000, menanggung Rp 292 atau 4,9%. Ada tiga pilihan yang jujur. Pertama, tetap terima dan anggap biaya itu ongkos pelayanan. Kedua, centang Terima utuh di formulir dashboard web, sehingga pembeli membayar Rp 6.295 dan toko menerima Rp 6.000 utuh. Ketiga, pasang batas minimum belanja QRIS di dekat kasir, misalnya Rp 10.000, dan terima tunai atau QRIS statis dari bank di bawahnya. Apa pun pilihannya, tulis di dekat kasir sebelum pembeli mengantre, karena pembeli melihat totalnya di layar sebelum membayar.

Toko yang dijaga bergantian bisa mengundang penjaga sebagai Staf. Staf bisa membuat, melihat, dan membatalkan permintaan pembayaran serta mengunduh CSV, tetapi tidak bisa mengubah rekening pencairan atau menekan Cairkan sekarang. Permintaan yang dibuat dari dashboard berlaku 60 menit, lalu menjadi Kedaluwarsa tanpa biaya.

Paket buku tahun ajaran baru: satu halaman, nama siswa di catatan

Pada bulan Juni dan Juli, toko buku yang bekerja sama dengan sekolah menerima ratusan pesanan paket dalam beberapa minggu. Membuat tautan satu per satu untuk tiap orang tua tidak praktis, karena setiap tautan dari dashboard kedaluwarsa dalam 60 menit dan kebanyakan orang tua membaca pesan grup di malam hari.

Susunan yang lebih tahan adalah satu halaman pembayaran permanen per sekolah. Halaman itu bisa memuat sampai delapan pilihan nominal, jadi tiap tombol mewakili satu paket: misalnya Rp 485.000 untuk kelas 4 dan Rp 520.000 untuk kelas 5. Orang tua memilih nominal, mengetik nama, lalu menulis nama siswa dan kelas di kolom catatan. Nama dan catatan itu muncul sebagai Pembayar dan Deskripsi di detail transaksi, seperti dijelaskan di dokumentasi menerima pembayaran. Kirim tautan halaman yang sama ke setiap grup kelas, dan cetak QR-nya untuk meja pengambilan.

  1. Umumkan daftar paket dengan harga yang sudah pasti. Dua paket dengan harga sama membuat tombolnya tidak bisa dibedakan, jadi bedakan harganya atau minta kelasnya ditulis di catatan.
  2. Tagih setelah stok semua judul dipastikan ada. Judul yang habis setelah dibayar berarti selisih yang harus ditransfer balik dari rekening toko sendiri.
  3. Setiap sore, unduh CSV transaksi dan cocokkan kolom deskripsi dengan daftar siswa. Siswa yang belum muncul berarti belum membayar, bukan sedang menunggu bukti transfer.
  4. Serahkan paket setelah statusnya Dibayar di dashboard. Tangkapan layar dari orang tua bukan bukti.

Toko yang mencatat pesanan di spreadsheet dan ingin tautan per siswa dibuat otomatis dari baris-barisnya bisa memakai susunan di panduan integrasi Google Sheets.

Pesanan sekolah dan kantor lewat Virtual Account

ATK satu semester untuk satu sekolah, buku perpustakaan, atau kertas dan tinta untuk kantor biasanya dibayar bendahara dari rekening lembaga. Untuk Rp 9.600.000, Virtual Account dan QRIS sama-sama kena Rp 96.000, 1% dari seluruh nominal. Virtual Account tersedia untuk tujuh bank: BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank, dan membutuhkan nama pembayar. Rekening lembaga di bank lain tetap bisa membayar lewat QRIS dari aplikasi bank yang mendukungnya.

Tulis nomor pesanan dan nama lembaga di deskripsi tagihan, misalnya “PO-0412 SDN 3 ATK semester genap”. Bendahara sering memerlukan kuitansi dengan nomor yang sama, dan Kasera Pay tidak membuat dokumen kuitansi untuk pembayaran satuan, jadi kuitansi tetap dibuat toko sendiri. Toko yang rutin menerima pesanan lembaga di atas Rp 10.000.000 bisa meminta maksimum Virtual Account dinaikkan lewat [email protected]. Sampai itu disetujui, pesanan dibagi per jenjang atau per bulan pengiriman, dan setiap tagihan Virtual Account kena Rp 5.000.

PO buku baru, buku titipan, dan buku bajakan

Pre-order novel atau buku impor yang baru tiba lebih dari 30 hari setelah dibayar masuk daftar yang memerlukan persetujuan tertulis di kebijakan penggunaan. Ada dua cara yang aman: buka PO tanpa pembayaran dan tagih saat buku tiba, atau email [email protected] sebelum membuka PO berbayar yang panjang dan tunggu jawabannya. PO yang tiba dalam 30 hari tidak termasuk daftar itu.

Buku titipan penulis atau penerbit kecil perlu dilihat dari siapa pemilik uangnya. Kalau toko membeli putus atau mencatat penjualan sebagai penjualannya sendiri lalu membayar bagian penulis dari hasilnya, itu penjualan toko. Kalau toko hanya menampung uang yang sebenarnya milik penulis, itu menerima pembayaran atas nama orang lain, yang juga memerlukan persetujuan tertulis lebih dulu.

Buku fotokopian, PDF buku orang lain, dan barang yang melanggar hak cipta termasuk daftar yang tidak pernah diizinkan. Buku bekas asli tidak termasuk.

Lapak bazar dan pameran buku

Di bazar, buku obral biasanya punya sedikit harga tetap, misalnya Rp 25.000, Rp 35.000, dan Rp 50.000. Pasang halaman pembayaran dengan tombol nominal itu ditambah kolom nominal lain, lalu cetak display meja A5-nya. Satu transaksi Rp 35.000 kena Rp 245 ditambah Rp 250, jadi Rp 495, dan seratus transaksi seperti itu kena Rp 49.500 total. Pembeli yang membeli tiga buku sebaiknya membayar sekali, Rp 105.000, yang kena Rp 735 ditambah Rp 250, jadi Rp 985, bukan tiga kali Rp 495 atau Rp 1.485. Untuk lokasi dengan sinyal yang naik turun, persiapannya dibahas di panduan menerima pembayaran di acara tanpa sinyal stabil.

Sebelum transaksi pertama

Pendaftaran gratis dan toko perorangan tidak perlu PT: verifikasi memakai KTP dan selfie pemilik, dan rekening pencairan harus atas nama yang sama. Sebelum verifikasi selesai, akun bisa membuat 10 permintaan pembayaran sungguhan dengan total Rp 1.000.000, cukup untuk mencoba satu hari di kasir. Pencairan ke rekening kena Rp 3.000 per pencairan, bukan per pembeli.

Ringkasnya

Pertanyaan yang sering muncul

Sekolah meminta kuitansi bermeterai untuk pesanan ATK. Apakah Kasera Pay membuatkannya?

Tidak. Kasera Pay mencatat pembayarannya, tetapi tidak membuat dokumen invoice atau kuitansi untuk pembayaran satuan. Kuitansi tetap dibuat toko sendiri, dengan nomor yang sama dengan yang ditulis di deskripsi tagihan, agar bendahara sekolah bisa mencocokkan kuitansi dengan transaksinya. Kalau email bukti pembayaran dinyalakan di Pengaturan, pembeli yang mengisi email menerima email bukti setelah pembayaran live berhasil, tetapi email itu bukan kuitansi bermeterai.

Pembeli membayar paket buku, lalu satu judul ternyata habis di penerbit. Bagaimana mengembalikan selisihnya?

Pembayaran QRIS dan Virtual Account yang sudah berhasil tidak bisa di-refund lewat Kasera Pay, baik penuh maupun sebagian. Selisihnya ditransfer dari rekening toko sendiri, dan biaya transaksi pembayaran awalnya tidak kembali. Karena itu, tagih paket setelah stok semua judulnya dipastikan, bukan saat daftar buku baru diumumkan.

Bolehkah menjual buku fotokopian atau PDF buku orang lain?

Tidak. Media bajakan dan barang yang melanggar hak cipta orang lain ada di daftar yang tidak pernah diizinkan dalam kebijakan penggunaan Kasera Pay. Buku asli bekas, buku terbitan sendiri, dan buku dengan izin penerbit tidak termasuk larangan itu.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store