Blog · Terbit

Menerima pembayaran jasa angkut sampah dan iuran kebersihan: tagihan bulanan per rumah, kontrakan yang dibayar pemiliknya, dan angkutan tambahan yang ditagih di tempat

Iuran sampah punya bentuk yang khas: ratusan rumah, nominal kecil yang sama setiap bulan, dan petugas yang selama ini mengetuk pintu satu per satu sambil membawa buku catatan. Bentuk itu cocok dengan menu Langganan: satu plan per tarif, tagihan QRIS yang terbit sendiri di awal bulan, dan pengingat yang terkirim tanpa petugas harus datang. Untuk iuran Rp 30.000, biayanya Rp 460 per rumah per bulan. Yang tidak cocok dimasukkan ke sana, yaitu warga yang tetap membayar tunai dan angkutan tambahan, punya jalurnya sendiri di bawah.

Sebelum menagih: uang ini milik siapa

Usaha angkut sampah swasta yang menagih jasanya sendiri adalah kegiatan biasa. Yang perlu dipisahkan adalah uang yang bukan milik pengangkut. Di banyak daerah ada retribusi persampahan yang ditetapkan pemerintah daerah; memungutnya dari warga untuk disetorkan ke pemerintah, atau memungut iuran untuk diteruskan ke pengangkut lain, termasuk menerima pembayaran atas nama pihak lain. Menurut kebijakan penggunaan terlarang, kegiatan itu membutuhkan persetujuan tertulis sebelum dimulai. Jalur yang paling bersih: akun atas nama pihak yang memang memberi jasa, dan tagihannya berisi tarif jasa itu saja.

Pengurus RT yang memungut iuran kebersihan untuk kas RT sendiri berada di posisi lain. Susunan untuk bendahara, termasuk memilih antara halaman pembayaran permanen dan tautan per warga, ada di panduan iuran komunitas. Tulisan ini untuk pihak yang menjual jasa angkutnya.

Tarif sebagai plan, rumah sebagai langganan

Setiap tarif menjadi satu plan bulanan, misalnya “Rumah tinggal Rp 30.000”, “Ruko dan warung Rp 60.000”, dan “Usaha kuliner Rp 100.000”. Angka itu contoh, bukan harga pasar. Setiap rumah menjadi satu pelanggan dan satu langganan. Plan juga bisa dibuat tahunan, untuk warga yang lebih suka membayar sekali setahun.

Kontrakan berpintu banyak tidak perlu dipecah per pintu. Tagihan langganan dihitung dari nominal plan dikali quantity, jadi pemilik kontrakan enam pintu cukup menerima satu tagihan Rp 180.000 dari plan Rp 30.000 dengan quantity 6. Satu tagihan berarti satu kali komponen tetap Rp 250, bukan enam.

Satu tanggal tagih untuk satu perumahan

Langganan yang dibuat satu per satu dari dashboard mulai menagih pada hari dibuat. Untuk memindahkan daftar warga dari buku catatan, pakai impor CSV di menu Langganan dengan kolom next_bill_date berisi tanggal yang sama untuk semua baris, misalnya tanggal 1 bulan depan. Satu file paling banyak 500 baris; perumahan yang lebih besar dipecah per blok.

Kolom external_id diisi kode rumah yang sudah dipakai petugas, misalnya BLOK-C-12. Kode itulah yang membuat impor aman diulang, dan yang menghubungkan pembayaran dengan rumah di rute angkut. Kolom whatsapp diisi “ya” hanya untuk warga yang sudah setuju diingatkan lewat WhatsApp; nomor HP saja tidak dihitung sebagai persetujuan, dan pengingat WhatsApp memakai saldo WhatsApp akun. Persetujuan paling mudah diminta saat petugas masih berkeliling bulan ini, sebelum tagihan pertama terbit.

Yang terjadi kalau warga belum membayar

  1. Tanggal tagih: tagihan terbit dan pengingat pertama terkirim.
  2. Hari ketiga: pengingat kedua terkirim dan langganan pindah ke Nunggak. Daftar rumah berstatus Nunggak inilah yang dibawa petugas untuk didatangi.
  3. Hari ke-14 tanpa pembayaran: tagihan ditutup sebagai Tidak dibayar dan langganannya berhenti. Pembayaran sesudahnya tidak menghidupkannya lagi.

Menghentikan angkutan karena telat bayar biasanya bukan pilihan yang baik untuk usaha sampah, karena tumpukan di depan satu rumah menjadi keluhan seluruh gang. Batas 14 hari itu lebih berguna sebagai tanda kapan rumah tersebut dipindah ke penagihan tunai.

Rumah yang kosong dua bulan karena renovasi atau ditinggal pemiliknya jangan dijeda. Langganan yang dijeda memang tidak ditagih, tetapi saat dilanjutkan setiap siklus yang terlewat ditagih satu per satu. Untuk rumah kosong, tekan Berhentikan di akhir periode, lalu buat langganan baru saat penghuninya kembali.

Warga yang tetap membayar tunai

Hampir setiap perumahan punya warga yang menitipkan uang ke petugas. Pembayaran tunai tidak bisa dicatat untuk menutup tagihan di menu Langganan. Kalau rumah itu ikut dimasukkan, tagihannya tetap terhitung belum dibayar, pengingat tetap terkirim, dan setelah 14 hari langganannya berhenti sendiri. Karena itu warga tunai sebaiknya tetap di buku catatan, dan baru dipindahkan ke menu Langganan setelah membayar lewat QRIS dua atau tiga bulan berturut-turut.

Angkutan tambahan ditagih di tempat

Puing renovasi, potongan dahan, dan sampah hajatan tidak masuk tarif bulanan. Petugas diundang sebagai Staf, yang bisa membuat dan melihat permintaan pembayaran tetapi tidak bisa menekan Cairkan sekarang atau mengubah rekening pencairan; pembagian lengkapnya ada di dokumentasi peran tim. Petugas membuat permintaan pembayaran dengan keterangan seperti “Angkut puing BLOK-C-12, 2 rit”, lalu warga memindai QRIS dari layar HP petugas. Permintaan dari dashboard berlaku 60 menit, jadi dibuat saat warga sudah siap membayar, bukan malam sebelumnya.

Pekerjaan besar di atas Rp 1.000.000, misalnya mengosongkan gudang, dikenai 1% dari seluruh nominal untuk QRIS maupun Virtual Account, dan harus mencantumkan nama dan kontak pemesan, keterangan pekerjaan, serta tanggal pengerjaannya. Untuk akun yang masih baru, dana pembayaran sebesar itu juga baru dicairkan setelah pemesan mengonfirmasi atau sehari setelah tanggal pengerjaan lewat tanpa laporan.

Biayanya, dengan angka ilustrasi

Tagihan (contoh)QRISVirtual Account
Iuran rumah Rp 20.000 per bulanRp 390Tidak tersedia di menu Langganan
Iuran rumah Rp 30.000 per bulanRp 460Tidak tersedia di menu Langganan
Kontrakan 6 pintu, Rp 180.000 per bulanRp 1.510Tidak tersedia di menu Langganan
Paket tahunan rumah, Rp 360.000Rp 2.770Rp 5.000 (sebagai permintaan pembayaran biasa)
Angkut puing, Rp 250.000Rp 2.000Rp 5.000

Contoh sebulan: 250 rumah membayar iuran Rp 30.000 lewat QRIS, total Rp 7.500.000. Biaya transaksinya 250 × Rp 460 = Rp 115.000. Dengan empat pencairan sebulan, masing-masing Rp 3.000, totalnya Rp 127.000, sekitar 1,7% dari uang yang masuk. Persentase itu lebih tinggi daripada usaha yang tagihannya besar, karena Rp 250 per tagihan terasa pada nominal Rp 30.000. Cara menurunkannya ada dua: tawarkan paket tahunan, atau satukan tagihan pemilik yang punya beberapa rumah dengan quantity. Rincian tarifnya ada di halaman biaya transaksi dan pencairan.

Bank sampah: arah uangnya terbalik

Bank sampah membeli sampah terpilah dari nasabah dan menyimpan hasilnya sebagai tabungan. Uang itu mengalir dari bank sampah ke warga, dan Kasera Pay tidak membayar ke rekening pihak lain; pencairan hanya ke rekening terverifikasi milik pemilik akun. Yang bisa ditagih lewat Kasera Pay adalah sisi sebaliknya, misalnya jasa jemput sampah yang dijual bank sampah ke kantor atau sekolah. Usaha yang menagih langganan rumahan lain, seperti internet, susunannya mirip dengan penagihan usaha RT/RW Net.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa biaya menerima iuran sampah Rp 30.000 lewat QRIS?

Rp 460 per iuran yang dibayar: 0,7% dari Rp 30.000 (Rp 210) ditambah Rp 250. Tagihan yang tidak dibayar tidak dikenai biaya, dan tidak ada biaya bulanan. Pada nominal sekecil ini komponen tetap Rp 250 adalah bagian terbesar, jadi paket tahunan Rp 360.000 yang dibayar sekali hanya berbiaya Rp 2.770, separuh dari dua belas iuran bulanan.

Apakah warga bisa membayar iuran sampah lewat transfer bank atau Virtual Account?

Tagihan di menu Langganan hanya bisa dibayar dengan QRIS, dari aplikasi bank atau dompet digital mana pun yang mendukung QRIS. Warga yang hanya bisa transfer bisa dikirimi permintaan pembayaran biasa yang dibayar lewat Virtual Account, tetapi biaya Virtual Account Rp 5.000 per pembayaran terlalu besar untuk iuran Rp 30.000. Untuk warga seperti itu, tagihan tahunan lewat Virtual Account lebih masuk akal.

Warga yang menunggak lebih dari dua minggu membayar. Apakah langganannya hidup lagi?

Tidak. Tagihan yang tidak dibayar 14 hari setelah jatuh tempo ditutup sebagai Tidak dibayar dan langganannya berhenti. Tagihan yang sudah ditutup tidak bisa lagi dibayar lewat tautannya, dan langganannya tidak hidup lagi. Tunggakannya ditagih dengan permintaan pembayaran biasa, lalu rumah itu dibuatkan langganan baru.

Apakah pengurus RT bisa memakai cara yang sama untuk iuran kebersihan warga?

Bisa, kalau iurannya dipungut untuk kas RT sendiri. Kalau uangnya dipungut untuk diteruskan ke pihak lain, misalnya pengangkut swasta atau retribusi daerah, kegiatan itu termasuk menerima pembayaran atas nama orang lain dan membutuhkan persetujuan tertulis Kasera lebih dulu.

Panduan per jenis usaha

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store