Perbandingan · Terbit · Diperbarui

Kasera Pay vs Paper.id: platform invoice dengan e-Meterai, pengingat, dan Virtual Account gratis bersyarat, melawan tautan pembayaran, QRIS per tagihan, dan API untuk menagih tanpa dokumen invoice

Jawaban singkatnya: keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Paper.id adalah platform invoice untuk usaha yang menagih usaha lain: invoice digital dengan e-Meterai, pengingat jatuh tempo, purchase order, dan pembayaran yang menempel di invoice itu. Dari tarif yang dipublikasikan, Paper.id juga lebih murah di hampir semua baris, termasuk QRIS di setiap nominal dan Virtual Account. Kasera Pay adalah alat menerima pembayaran: tautan atau QR per tagihan, halaman pembayaran untuk meja kasir, dan API untuk website atau aplikasi. Pilih Paper.id kalau klien meminta invoice resmi sebelum membayar; pilih Kasera Pay kalau pembeli hanya butuh sesuatu untuk dipindai atau diklik. Seluruh keterangan tentang Paper.id di halaman ini dibaca dari paper.id dan support.paper.id pada 20 Oktober 2026, saat artikel ini ditulis. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri.

Apa yang sebenarnya dijual Paper.id

Paper.id dijalankan PT Pakar Digital Global. Produk intinya invoice: invoice penjualan dengan tautan pembayaran dan e-Meterai PERURI, pengingat pembayaran H-3, H-2, dan H-1, purchase order dengan pencocokan tiga arah, kuitansi, dan laporan keuangan otomatis. Pembayarannya disebut PaperPay In untuk menerima dan PaperPay Out untuk membayar pemasok, ditambah layanan pembayaran ke luar negeri dan produk pembiayaan untuk pengeluaran usaha. Situsnya menyebut lebih dari 30 metode pembayaran. Paketnya tiga: Paper Free gratis, Paper Network gratis dengan tarif lebih rendah untuk transaksi antar-pengguna Paper, dan PaperPlus Rp 90.000 per bulan dalam paket 6 atau 12 bulan.

Kasera Pay tidak membuat dokumen invoice untuk pembayaran satuan dan tidak mengurus pembayaran ke pemasok. Yang dibuat adalah permintaan pembayaran dengan nominal dan keterangan, dibayar lewat QRIS atau Virtual Account, lalu statusnya tercatat dan dananya bisa dicairkan.

Biaya per nominal

Halaman Harga Paper.id mencantumkan QRIS 0,7% di ketiga paket, ShopeePay 1,9% (Paper Free) dan 1,45% (Network dan PaperPlus), OVO 1,9% dan 1,7%, serta Virtual Account “Gratis” dengan syarat yang dibahas di bagian pertanyaan di bawah. Artikel bantuannya menyebut biaya pencairan Rp 5.000 per pengajuan di bawah Rp 1.000.000 dan gratis di atasnya.

Kasera Pay mengenakan QRIS 0,7% + Rp 250 per pembayaran berhasil sampai Rp 1.000.000 (di atasnya 1% dari seluruh nominal, juga untuk Virtual Account), Virtual Account Rp 5.000, dan Rp 3.000 per pencairan, tanpa biaya bulanan, seperti dirinci di halaman biaya. Ilustrasi memakai paket Paper Free dan Virtual Account selain BCA:

Transaksi (ilustrasi)Paper.id (Paper Free)Kasera Pay
QRIS Rp 50.000Rp 350Rp 350 + Rp 250 = Rp 600
QRIS Rp 90.000Rp 630Rp 630 + Rp 250 = Rp 880
QRIS Rp 500.000Rp 3.500Rp 3.500 + Rp 250 = Rp 3.750
Virtual Account Rp 5.000.000Tidak gratis di Paper Free; gratis hanya untuk PaperPlus (min. Rp 2.000.000, 50 transaksi per bulan)Rp 5.000
Pencairan Rp 750.000Rp 5.000Rp 3.000
Pencairan Rp 5.000.000Rp 0Rp 3.000

Ringkasnya, Paper.id lebih murah untuk QRIS di setiap nominal, dengan selisih Rp 250 per pembayaran sampai Rp 1.000.000 dan 0,3% dari nominal di atasnya, untuk Virtual Account, dan untuk pencairan besar. Kasera Pay hanya lebih murah untuk usaha yang mencairkan saldo di bawah Rp 1.000.000 secara sering. Untuk penagihan B2B bernilai jutaan lewat Virtual Account, selisihnya jelas berpihak ke Paper.id selama syarat gratisnya terpenuhi.

Channel pembayaran

KebutuhanPaper.idKasera Pay
QRISAda, sampai Rp 10.000.000 per transaksiDinamis per tagihan, plus halaman pembayaran permanen dengan QR cetak
Virtual AccountAda, termasuk BCA dan SMBCTujuh bank: BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, Maybank
E-wallet sebagai channel tersendiriShopeePay dan OVOTidak ada; pembeli membayar dari aplikasi e-wallet lewat QRIS
Bayar lewat marketplaceTokopedia dan BlibliTidak ada

Paper.id menawarkan lebih banyak jenis channel daripada yang tercantum di tabel ini. Daftar lengkap metode Kasera Pay ada di referensi metode pembayaran.

Verifikasi dan kapan uang bisa dicairkan

Paper.id memisahkan verifikasi akun (email dan nomor telepon) dari verifikasi dokumen usaha. Menurut panduan verifikasinya, usaha perorangan mengunggah KTP, selfie, dan foto usaha atau bukti kepemilikan usaha, misalnya foto akun jualan atau portofolio dengan selfie; usaha berbadan hukum menambahkan NPWP usaha dan NIB atau SK Kemenkumham. Pemeriksaannya disebut memakan waktu satu hari kalender. Halaman PaperPay In menyebut verifikasi bisnis sebagai langkah pertama sebelum invoice pertama dikirim.

Kasera Pay memverifikasi perorangan dengan nomor WhatsApp, KTP, selfie, minimal satu tempat berjualan (misalnya website atau akun Instagram), dan rekening pencairan atas nama yang sama, tanpa unggahan foto usaha, seperti dirinci di dokumentasi verifikasi. Sebelum verifikasi selesai, akun sudah bisa membuat 10 permintaan pembayaran sungguhan dengan total Rp 1.000.000.

Untuk developer

Situs Paper.id mencantumkan Open API dan integrasi dengan software akuntansi; dokumentasi API-nya tidak dibaca untuk artikel ini. Di Kasera Pay, tagihan dibuat dengan satu API key ke POST /v1/transactions, header Idempotency-Key mencegah tagihan ganda saat permintaan diulang, dan pembayaran yang masuk dikabarkan lewat event payment.paid bertanda tangan Kasera-Signature-V1. Status tagihannya pending, succeeded, expired, canceled, atau failed, dan tagihan yang kedaluwarsa, dibatalkan, atau gagal masih bisa menjadi succeeded kalau konfirmasi pembayarannya datang terlambat. Semuanya bisa dibaca tanpa akun di dokumentasi webhook, ditambah SDK resmi PHP dan JavaScript.

Cara memutuskan

Keduanya juga bisa dipakai bersamaan: invoice B2B lewat Paper.id, penjualan ke konsumen lewat Kasera Pay. Untuk freelancer yang menimbang cara menagih klien, lihat panduan menagih klien freelance, dan kriteria memilih gateway secara umum ada di panduan memilih payment gateway.

Pertanyaan yang sering muncul

Benarkah Virtual Account di Paper.id gratis?

Halaman Harga paper.id menulis Virtual Account “Gratis” di ketiga paket saat artikel ini ditulis pada 20 Oktober 2026, tetapi catatan kakinya membatasi gratis itu untuk pengguna PaperPlus, untuk transaksi minimal Rp 2.000.000, sampai 50 transaksi per bulan. Transaksi di bawah itu kena Rp 2.000, dan Virtual Account BCA Rp 3.000 (PaperPlus) atau Rp 3.500 (Paper Free). Artikel bantuan biaya transaksinya menyebut syarat 50 transaksi PaperPlus yang sama, biaya Virtual Account BCA di bawah Rp 2.000.000, dan Virtual Account SMBC tanpa biaya. Kedua halaman tidak persis sama, jadi tanyakan ke Paper.id angka mana yang berlaku untuk paket, bank, dan nominal yang dipakai.

Apakah Kasera Pay bisa membuat invoice seperti Paper.id?

Tidak untuk pembayaran satuan. Kasera Pay membuat permintaan pembayaran dengan nominal, keterangan, dan tautan atau QR, lalu mencatat statusnya. Tidak ada dokumen invoice bernomor, e-Meterai, atau pengingat otomatis untuk tagihan satuan. Email bukti pembayaran ke pembeli bisa dinyalakan di pengaturan, tetapi mati secara bawaan. Kalau klien meminta invoice resmi sebelum membayar, Paper.id atau software akuntansi lebih cocok.

Bisakah perorangan tanpa PT memakai keduanya?

Bisa. Panduan verifikasi Paper.id menyediakan jalur usaha perorangan dengan KTP, selfie, dan foto usaha atau bukti kepemilikan usaha, misalnya akun jualan atau portofolio, dengan pemeriksaan sekitar satu hari kalender. Kasera Pay memverifikasi perorangan dengan nomor WhatsApp, KTP, selfie, minimal satu tempat berjualan (misalnya website atau akun Instagram), dan rekening pencairan atas nama yang sama, dan pengajuan yang lolos semua pemeriksaan otomatis bisa disetujui tanpa menunggu peninjau.

Saya menjual ke konsumen lewat WhatsApp, bukan ke perusahaan. Mana yang lebih cocok?

Biasanya Kasera Pay. Pembeli konsumen jarang butuh invoice ber-e-Meterai; yang dibutuhkan adalah tautan atau QR yang bisa dibayar dalam satu menit. Dari sisi tarif, QRIS Paper.id lebih murah di setiap nominal: 0,7% melawan 0,7% + Rp 250 di Kasera Pay, selisih Rp 250 per pembayaran sampai Rp 1.000.000. Di atas Rp 1.000.000 Kasera Pay mengenakan 1% dari seluruh nominal, jadi selisihnya 0,3% dari nominal.

Bandingkan dengan gateway lain

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store