Perbandingan · Terbit · Diperbarui
KlikQRIS: Biaya QRIS, MY PG, dan Bandingannya dengan Kasera Pay
KlikQRIS adalah platform penerimaan pembayaran QRIS untuk pelaku usaha: dashboard, link pembayaran, API, mode MY PG untuk QRIS milik penjual sendiri, dan Market untuk jualan produk digital lewat bot Telegram dan WhatsApp. QRIS-nya tanpa MDR untuk transaksi di bawah Rp 200.000 dan 0,5% mulai Rp 200.000. Biaya pencairan, jadwal settlement, dan nama mitra penyelenggara pembayarannya tidak tercantum di halaman publiknya.
Seluruh keterangan tentang KlikQRIS di halaman ini dibaca ulang dari klikqris.com, halaman Tentang Kami, Syarat & Ketentuan, Disclaimer, formulir pendaftaran, dan dokumentasi API-nya pada 1 November 2026. Ditulis oleh tim Kasera Pay sendiri, jadi perbandingannya dari sisi pesaing; angka keduanya ditaruh berdampingan supaya bisa dicek.
Ringkasan: KlikQRIS dan Kasera Pay
| Hal | KlikQRIS | Kasera Pay |
|---|---|---|
| QRIS di bawah Rp 200.000 | Rp 0 | 0,7% + Rp 250 |
| QRIS mulai Rp 200.000 | 0,5% | 0,7% + Rp 250, 1% di atas Rp 1.000.000 |
| QRIS atau e-wallet milik penjual sendiri | Ya (MY PG), potongan flat tanpa angka | Tidak ada |
| Virtual Account bank | Tidak tercantum | 7 bank, Rp 5.000, 1% di atas Rp 1.000.000 |
| Biaya dan jadwal pencairan | Tidak tercantum | Rp 3.000, Senin sampai Sabtu |
| Nominal yang dibayar pembeli | Bisa ditambah kode unik | Persis sama dengan tagihan |
| Keamanan callback | Dicocokkan dengan signature dari respons pembuatan | HMAC-SHA256 atas timestamp dan body |
| Bot jualan Telegram dan WhatsApp | Ya (Market) | Tidak ada |
| Pemberitahuan perubahan tarif | “Dengan pemberitahuan”, tanpa jangka waktu | 30 hari sebelumnya |
Jawaban singkatnya: untuk QRIS, KlikQRIS lebih murah di setiap nominal menurut tarif yang dicantumkannya, dan punya MY PG serta bot jualan yang tidak dimiliki Kasera Pay. Kasera Pay unggul di Virtual Account, nominal yang tidak diubah, webhook yang ditandatangani atas isi pesannya, dan syarat yang tertulis lengkap, termasuk biaya pencairan.
Siapa KlikQRIS
KlikQRIS menyebut dirinya platform layanan pembayaran digital berbasis QRIS untuk pelaku usaha. Halaman Tentang Kami mencantumkan nama badan usaha WASIMPRON dengan alamat singkat di Permata Hijau, menyatakan bahwa KlikQRIS bukan bank dan bukan penerbit uang elektronik, dan bekerja sama dengan mitra resmi penyelenggara sistem pembayaran, tanpa menyebut nama mitra itu. Halaman Disclaimer-nya menyatakan KlikQRIS tidak berafiliasi dengan Bank Indonesia. Produknya tiga: QRIS biasa yang dananya diproses lewat KlikQRIS lalu disettle ke rekening penjual, MY PG yang memakai QRIS milik penjual sendiri, dan Market, katalog produk yang dijual lewat bot Telegram dan WhatsApp dengan checkout QRIS. Ada juga aplikasi kasir untuk toko offline.
Apakah KlikQRIS resmi dan aman?
Yang bisa dipastikan dari halaman publiknya: KlikQRIS bukan bank, bukan penerbit uang elektronik, dan memproses QRIS biasa lewat mitra penyelenggara pembayaran yang namanya tidak disebut. Badan usahanya tertulis “WASIMPRON” dengan alamat singkat, tanpa bentuk badan usaha (PT atau CV). Syaratnya lima butir, tanpa ketentuan tentang penahanan dana, sengketa, atau jangka waktu pemberitahuan perubahan biaya.
Tiga langkah sebelum memakai gateway QRIS mana pun, termasuk KlikQRIS:
- Tanyakan nama penyelenggara jasa pembayaran yang memproses dananya.
- Cek nama itu di Daftar Lembaga Berizin Bank Indonesia.
- Minta biaya pencairan, jadwal settlement, dan aturan penahanan dana secara tertulis, lalu uji dengan nominal kecil sebelum memindahkan semua penjualan.
Untuk Kasera Pay jawabannya tertulis di Syarat Layanan: dioperasikan PT Kasera Technologies Indonesia di atas infrastruktur penyedia pembayaran berlisensi Bank Indonesia, dengan bagian tersendiri tentang cara dana merchant dipegang.
Tarif QRIS per nominal
Bagian biaya di halaman utama KlikQRIS menulis “Free MDR” per transaksi sukses, tanpa biaya bulanan, dan “MDR 0,5% untuk trx ≥ 200rb”. Kasera Pay menagih 0,7% + Rp 250 per QRIS yang berhasil, sesuai halaman biaya. Angka ilustrasi:
| Nominal | KlikQRIS (QRIS biasa) | Kasera Pay QRIS |
|---|---|---|
| Rp 25.000 | Rp 0 | Rp 425 |
| Rp 100.000 | Rp 0 | Rp 950 |
| Rp 250.000 | Rp 1.250 | Rp 2.000 |
| Rp 1.000.000 | Rp 5.000 | Rp 7.250 |
Pada tarif yang tercantum, Kasera Pay kalah di setiap baris. Tiga angka yang dibutuhkan untuk menghitung total biaya tidak ada di halaman publik KlikQRIS: biaya pencairan ke rekening, jadwal settlement (dokumentasinya hanya menyebut settlement berkala “sesuai dengan ketentuan jadwal operasional”), dan plafon nominal per transaksi. Tanyakan ketiganya sebelum membandingkan sampai ke rupiah terakhir. Di Kasera Pay, pencairan Rp 3.000 per pencairan, jadwalnya dipilih sendiri (harian, mingguan, dua minggu sekali, bulanan, atau manual) dan dikirim ke bank Senin sampai Sabtu pukul 13.00 sampai 14.00 WIB, dan satu QRIS berlaku dari Rp 1.000 sampai Rp 10.000.000.
Satu catatan tentang arah tarif: MDR QRIS yang ditetapkan Bank Indonesia berubah pada 1 Oktober 2026. Rinciannya, dan cara membaca potongan yang sebenarnya terjadi, ada di artikel biaya QRIS 2026. Syarat KlikQRIS menyebut biaya layanan dapat berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan, tanpa jangka waktu. Syarat Kasera Pay menjanjikan pemberitahuan 30 hari sebelumnya.
MY PG: QRIS milik sendiri, dengan biaya yang tidak hilang
MY PG adalah produk KlikQRIS yang paling berbeda. Penjual menghubungkan QRIS bisnis, akun e-wallet pribadi, atau mutasi rekening banknya sendiri, pembeli membayar ke sana, dan KlikQRIS hanya mengirim notifikasi pembayaran ke sistem penjual. Per 1 November 2026 halaman utamanya menyebut QRIS BCA, Nobu, ShopeePay, DANA Bisnis, OVO, DANA, dan GoPay pribadi, serta mutasi rekening bank. Dana langsung masuk ke akun penjual tanpa ditahan KlikQRIS. Tarifnya MDR 0% ditambah potongan flat per transaksi sukses yang dipotong dari saldo KlikQRIS, tanpa angka di halaman publiknya.
Tiga hal yang perlu dihitung sebelum memilih jalur ini:
- MDR tidak hilang, hanya pindah. QRIS bisnis milik penjual diterbitkan oleh penyedia lain, dan penyedia itu tetap memotong MDR sesuai kategori usaha penjual, yang sejak 1 Oktober 2026 bernilai 0% untuk nominal kecil dan tetap berbayar di atas ambangnya. “0%” berarti KlikQRIS tidak ikut memotong.
- E-wallet pribadi untuk uang usaha. Halaman utamanya menampilkan DANA, OVO, dan GoPay pribadi berlabel “Listening”. Uang usaha yang masuk ke akun pribadi membawa masalah pemisahan dan pembukuan yang dibahas di artikel jualan pakai rekening pribadi.
- Deteksi bergantung pada pembacaan akun. Kalau sambungan ke akun itu terputus, uangnya tetap masuk tetapi notifikasinya tidak. Risiko yang sama dengan pembacaan mutasi rekening, yang dibandingkan di Kasera Pay vs Moota.
Kasera Pay tidak punya padanan MY PG. Setiap pembayaran lewat penyedia jasa pembayaran berlisensi, masuk ke saldo, lalu dicairkan ke rekening yang sudah diverifikasi atas nama pemilik akun.
Kode unik: nominal yang berubah sedikit
Dokumentasi API KlikQRIS meminta penjual menampilkan total_amount, bukan amount, karena sistemnya bisa menambahkan kode unik. Contoh di dokumentasinya: tagihan Rp 30.000 menjadi Rp 30.021, tagihan Rp 1.000 menjadi Rp 1.016. Kode unik adalah cara membedakan dua tagihan lewat nominalnya, dan akibatnya terasa di dua tempat: pembeli membaca angka yang tidak sama dengan harga yang disepakati di chat, dan penjual yang mencocokkan dengan catatan pesanan harus memakai nominal tagihan, bukan nominal bayar. Qrispy memakai kode unik yang sama, Rp 1 sampai Rp 499, dan hitungannya ada di Kasera Pay vs Qrispy.
Kasera Pay membuat QR dinamis per pembayaran dengan nominal yang terkunci di kodenya, sehingga yang dibayar sama persis dengan yang ditagih, dan pencocokan memakai id transaksi atau external_id milik penjual.
Callback: yang dicocokkan, dan siapa yang bisa melihatnya
Callback KlikQRIS dikirim saat status berubah menjadi PAID atau EXPIRED, dan diulang berkala sampai server penjual menjawab HTTP 200. Isinya memuat kolom signature, dan dokumentasinya menyarankan mencocokkannya dengan signature yang diterima saat transaksi dibuat. Itu nilai per transaksi yang dibandingkan, bukan tanda tangan atas isi callback. Fitur Snap, popup pembayaran di website penjual, meminta nilai yang sama dipasang sebagai atribut data-signature pada tombol HTML, yang terbaca oleh browser pembeli. Penjual yang memakai Snap sebaiknya memperlakukan callback hanya sebagai pemicu, lalu memastikan status lewat endpoint cek status (GET /qris/status/{order_id}) dari server sebelum mengirim barang.
Webhook Kasera Pay ditandatangani lewat header Kasera-Signature-V1: HMAC-SHA256 atas timestamp dan body mentah, dengan signing secret yang tidak pernah keluar dari server penjual. Pembuatan pembayaran memakai header Idempotency-Key, sehingga permintaan yang diulang setelah timeout tidak membuat tagihan ganda. Dokumentasi KlikQRIS meminta order_id unik, tanpa menjelaskan apa yang terjadi kalau satu permintaan terkirim dua kali. Cara memverifikasi callback dari gateway mana pun dibahas di verifikasi callback payment gateway.
Yang hanya ada di masing-masing
Hanya di KlikQRIS: Market dengan bot Telegram dan WhatsApp yang menerima pesanan dari chat dan mengirim serial, akun, atau voucher otomatis setelah pembayaran terverifikasi; aplikasi kasir; popup Snap; dan simulator sandbox publik untuk meniru pembayaran tanpa aplikasi e-wallet. Untuk penjual produk digital lewat Telegram, Market adalah keunggulan nyata yang tidak punya padanan di Kasera Pay. Bot Telegram buatan sendiri yang menagih lewat Kasera Pay, untuk barang fisik dan jasa, diuraikan di panduan bot Telegram untuk menerima pembayaran.
Hanya di Kasera Pay: Virtual Account BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, dan Maybank untuk pembeli tanpa aplikasi e-wallet atau untuk nominal besar, yang antara sekitar Rp 678.600 dan Rp 1.000.000 lebih murah daripada QRIS di Kasera Pay (di atas Rp 1.000.000 keduanya kena 1%); halaman pembayaran permanen dengan QR cetak dan pilihan nominal; anggota tim dengan peran Staf dan Developer; SDK resmi untuk PHP dan JavaScript; dan QR yang bisa digambar di halaman sendiri dari qr_string lewat Direct API QRIS.
Pendaftaran dan syarat
Formulir pendaftaran KlikQRIS meminta nama, email, nomor WhatsApp, dan kata sandi dengan kode OTP, didahului pernyataan bahwa layanan tidak dipakai untuk judi online, skema Ponzi, MLM, atau pelanggaran hukum lain, dengan sanksi akun dibekukan permanen dan dana dikunci. Langkah verifikasi sesudahnya tidak dijelaskan di halaman publik. Syarat & Ketentuannya berisi lima butir.
Kasera Pay bisa dipakai perorangan tanpa badan usaha. Pembayaran live pertama bisa dibuat pada hari pendaftaran dalam jatah sebelum verifikasi, 10 permintaan dan total Rp 1.000.000 seumur akun, dan pencairan menunggu verifikasi identitas serta rekening. Syarat lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT.
Cara memutuskan
Pilih KlikQRIS kalau hampir semua pembayaran di bawah Rp 200.000 dan lewat QRIS, kalau jualannya produk digital lewat bot Telegram atau WhatsApp, atau kalau sudah memegang QRIS bisnis sendiri dan hanya butuh notifikasi otomatisnya. Tanyakan dulu biaya pencairan, jadwal settlement, dan plafon nominalnya.
Pilih Kasera Pay kalau sebagian pembeli membayar lewat transfer bank, kalau satu tagihan bisa mencapai jutaan rupiah, kalau pembeli harus membayar persis angka yang disepakati, kalau integrasinya butuh webhook HMAC dan Idempotency-Key, atau kalau biaya pencairan dan aturan perubahan tarif harus diketahui sebelum uang pertama masuk.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu KlikQRIS?
KlikQRIS adalah platform penerimaan pembayaran QRIS untuk pelaku usaha, dengan dashboard, link pembayaran, API, mode MY PG untuk QRIS milik penjual sendiri, dan Market untuk jualan produk digital lewat bot Telegram dan WhatsApp. Halaman Tentang Kami-nya mencantumkan badan usaha WASIMPRON dan menyatakan KlikQRIS bukan bank dan bukan penerbit uang elektronik.
Apakah KlikQRIS resmi dan aman dipakai?
KlikQRIS menyatakan bekerja sama dengan mitra resmi penyelenggara sistem pembayaran, tetapi nama mitranya tidak disebut di halaman publiknya per 1 November 2026. Tanyakan nama mitra itu, lalu cek namanya di Daftar Lembaga Berizin di situs Bank Indonesia. Tanyakan juga biaya pencairan dan jadwal settlement sebelum uang pertama masuk.
Mana yang lebih murah, KlikQRIS atau Kasera Pay?
Untuk QRIS, KlikQRIS, menurut tarif di halaman utamanya pada 1 November 2026: transaksi di bawah Rp 200.000 tanpa MDR dan 0,5% mulai Rp 200.000, melawan 0,7% + Rp 250 di Kasera Pay. Pada pembayaran Rp 100.000 selisihnya Rp 950, pada Rp 1.000.000 selisihnya Rp 2.250. Halaman itu tidak mencantumkan biaya pencairan, jadwal settlement, atau besar potongan flat MY PG, jadi hitungan totalnya baru lengkap setelah ketiganya ditanyakan.
Apakah MY PG benar-benar gratis?
Halamannya menulis MDR 0% dan potongan flat per transaksi sukses yang dipotong dari saldo KlikQRIS, tanpa menyebut angkanya. Selain itu, MY PG memakai QRIS milik penjual sendiri, dan QRIS itu tetap tunduk pada MDR dari penyedia yang menerbitkannya. Yang nol adalah potongan dari KlikQRIS, bukan seluruh biaya penerimaan.
Apa itu kode unik, dan apakah Kasera Pay memakainya?
Dokumentasi API KlikQRIS menyebut sistemnya bisa menambahkan angka kecil ke nominal, dan penjual diminta menampilkan total_amount, bukan amount. Contohnya tagihan Rp 30.000 menjadi Rp 30.021. Kasera Pay tidak memakai kode unik: setiap pembayaran punya QR dinamisnya sendiri dengan nominal yang terkunci, sehingga pembeli membayar persis angka tagihannya.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs Artatix
- Kasera Pay vs Ayolinx
- Kasera Pay vs BAYAR GG
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs Berdu
- Kasera Pay vs BukuWarung
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Espay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPay88
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KaryaKarsa
- Kasera Pay vs Kiostix
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs LOKET
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs Mutasibank
- Kasera Pay vs NICEPAY
- Kasera Pay vs OrderOnline
- Kasera Pay vs OttoPay
- Kasera Pay vs OY! Indonesia
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paper.id
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Paydisini
- Kasera Pay vs Paylabs
- Kasera Pay vs Prismalink
- Kasera Pay vs Qrispy
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs Scalev
- Kasera Pay vs SociaBuzz
- Kasera Pay vs TriPay
- Kasera Pay vs Xendit
- Kasera Pay vs YUKK