Blog · Terbit · Diperbarui
ShopeePay vs GoPay: apakah sama, dan apa bedanya sehari-hari
Tidak, GoPay dan ShopeePay bukan dompet yang sama. ShopeePay diterbitkan PT AirPay International Indonesia dan saldonya paling sering habis di Shopee. GoPay diterbitkan PT Dompet Anak Bangsa dan saldonya paling sering habis di Gojek dan Tokopedia. Yang sama dari keduanya: sama-sama berizin dan diawasi Bank Indonesia, sama-sama membayar QRIS di merchant mana pun, dan sama-sama menggratiskan transfer saldo ke rekening bank. Jadi jawaban praktisnya sederhana: pilih yang ekosistemnya paling sering dibuka.
Semua keterangan tentang kedua dompet di halaman ini dibaca dari halaman resmi masing-masing, yaitu halaman dompet digital ShopeePay dan halaman transfer GoPay, pertama kali pada 5 September 2026 dan dibaca ulang 31 Oktober 2026. Program promosi dompet digital berubah cepat, jadi angka yang menentukan keputusan besar sebaiknya dicek ulang di aplikasi masing-masing sebelum dipakai.
Perbedaan ShopeePay dan GoPay dalam satu tabel
| Hal | ShopeePay | GoPay |
|---|---|---|
| Penerbit | PT AirPay International Indonesia | PT Dompet Anak Bangsa |
| Ekosistem utama | Belanja di Shopee | Layanan Gojek dan belanja di Tokopedia |
| Transfer ke bank | Tanpa biaya admin, tanpa angka batas yang dipublikasikan | Gratis, 100 kali per bulan |
| Isi saldo | Bank, minimarket, mitra dan agen; gratis admin hingga 25 kali per bulan | M-banking, minimarket, mitra driver Gojek, direct debit |
| Tarik tunai | Alfamart, Indomaret, dan ATM BCA | ATM tanpa kartu |
| Di luar negeri | Bayar QRIS di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang | Transfer ke luar negeri |
| Paylater dan pinjaman | SPayLater, SPinjam | GoPay Later, GoPay Pinjam (berizin OJK) |
| Bayar QRIS di Indonesia | Sama: kode QRIS mana pun | |
| Izin dan batas saldo | Sama: berizin Bank Indonesia, batas saldo mengikuti aturan uang elektronik | |
Baris yang paling sering menentukan pilihan adalah ekosistem dan tarik tunai. Bagian di bawah membahas setiap baris, termasuk alasan beberapa angka hanya ada di satu kolom.
Satu hal yang tidak membedakan keduanya sama sekali
Tempat pembayaran bukan pembeda. QRIS bersifat lintas penerbit, sehingga satu kode QRIS yang terpasang di sebuah warung dapat dibayar dari ShopeePay maupun GoPay, dan juga dari aplikasi mobile banking yang mendukung QRIS. Kekhawatiran bahwa memilih dompet yang salah akan membuat sebagian merchant tidak bisa dibayar tidak berlaku pada QRIS.
Batas saldo juga bukan pembeda, karena keduanya uang elektronik yang tunduk pada aturan yang sama. Menurut PADG Bank Indonesia Nomor 24/7/PADG/2022, saldo akun yang belum terverifikasi paling banyak Rp 2.000.000 dan akun terverifikasi paling banyak Rp 20.000.000, dengan batas transaksi masuk Rp 20.000.000 dan Rp 40.000.000 per bulan. Siapa pun yang ingin menyimpan saldo besar perlu memverifikasi akun, di dompet mana pun.
Karena itu pertanyaan yang tersisa hanya tiga: di mana saldonya paling sering dipakai, seberapa mudah mengisi dan menariknya kembali, dan layanan apa yang menempel pada dompet itu.
Biaya transfer dan isi saldo: angka yang dipublikasikan masing-masing
Halaman transfer GoPay menyatakan transfer ke mana saja langsung masuk dan gratis 100 kali per bulan, dengan transfer ke sesama GoPay disebut gratis dan transfer ke bank disebut gratis untuk bank apa pun. Halaman dompet digital ShopeePay menyatakan transfer saldo ke rekening bank atau e-wallet mana pun tanpa biaya admin, tanpa menyebutkan jumlah transaksi gratis per bulan.
Cara membaca perbedaan itu: untuk pemakaian normal, keduanya tidak menagih biaya transfer. Batas 100 kali sebulan baru terasa oleh orang yang memindahkan saldo berkali-kali setiap hari, misalnya pedagang kecil yang menyapu saldo ke bank setiap kali ada pembayaran masuk. Untuk pemakaian pribadi biasa, angka itu praktis tidak pernah tersentuh. Yang perlu dicatat justru sebaliknya: karena ShopeePay tidak menerbitkan angka batasnya, batas itu tidak bisa dianggap tidak ada, hanya tidak dinyatakan.
Untuk isi saldo, posisinya terbalik. ShopeePay menyatakan isi saldo di bank, minimarket, serta mitra dan agen ShopeePay gratis admin hingga 25 kali setiap bulan. Halaman GoPay menyebut jalur isi saldonya, yaitu m-banking, minimarket, mitra driver Gojek, dan direct debit, tetapi tidak menyebut kuota gratis. Bagi yang mengisi saldo berkali-kali dalam nominal kecil, biaya admin di kanal yang dipakai patut dicek sebelum kebiasaan itu berjalan berbulan-bulan.
Apakah saldo ShopeePay bisa dikirim ke GoPay?
Halaman ShopeePay menyatakan transfer saldo ke rekening bank atau e-wallet mana pun tanpa biaya admin. Halaman GoPay menyebut transfer ke sesama GoPay dan ke bank apa pun. Artinya, arah dari ShopeePay ke dompet lain dinyatakan oleh ShopeePay sendiri, sedangkan arah sebaliknya tidak disebut di halaman GoPay. Daftar tujuan yang benar-benar tersedia terlihat di menu transfer aplikasi, dan jalur paling aman bila tujuan tidak muncul adalah lewat rekening bank, yang gratis di kedua sisi.
Menarik uang kembali: minimarket atau ATM
Di sinilah dua dompet ini paling jelas berbeda dalam praktik, dan ini yang jarang dibahas padahal paling sering dibutuhkan.
- ShopeePay menyebut penarikan tunai di Alfamart, Indomaret, dan ATM BCA, serta isi saldo tanpa biaya admin di bank partner, Alfamart, dan Indomaret.
- GoPay menyebut tarik tunai di ATM tanpa kartu, serta isi saldo lewat m-banking, minimarket, sampai mitra driver Gojek, termasuk isi saldo instan dengan direct debit.
Untuk yang tinggal jauh dari ATM tetapi dekat dengan minimarket, jalur kasir minimarket lebih berguna daripada jalur ATM, dan sebaliknya. Pertimbangan sesederhana ini biasanya lebih menentukan kepuasan sehari-hari daripada daftar fitur mana pun.
Ekosistem: tempat saldo itu benar-benar habis
GoPay menempel pada layanan Gojek, dari ongkos perjalanan sampai pesan makanan, dan pada belanja di Tokopedia. ShopeePay menempel pada checkout Shopee, juga dengan tagihan dan pulsa, dan halaman dompet digitalnya menyebut pembayaran online di lebih dari 100 situs dan aplikasi lain.
Aturan praktisnya: hitung pengeluaran bulan lalu dan lihat ke mana perginya. Kalau sebagian besar berupa belanja Shopee, saldo ShopeePay akan terpakai sendiri tanpa perlu dipindah-pindah. Kalau sebagian besar berupa ongkos transportasi dan pesan makanan, GoPay yang akan terpakai sendiri. Dompet yang saldonya harus dipindahkan dulu sebelum berguna adalah dompet yang salah untuk orang tersebut.
Layanan yang menempel di luar pembayaran
Keduanya sudah lama bukan sekadar dompet. ShopeePay menerbitkan SPayLater dengan cicilan 0% dan tenor sampai 24 bulan, SPinjam dengan pinjaman tunai sampai Rp 100 juta, integrasi rekening SeaBank, produk asuransi, dan produk investasi. GoPay menerbitkan GoPay Later, GoPay Pinjam, GoPay Tabungan by Jago, GoPay Syariah, GoPay Coins, dan pencatatan transaksi yang terkategori otomatis.
Dua catatan jujur soal daftar itu. Pertama, sebagian besarnya adalah produk kredit, dan kemudahan mengaktifkannya di dalam aplikasi dompet bukan alasan untuk mengambilnya. Hal itu terlihat dari izinnya sendiri: footer GoPay menyatakan GoPay Pinjam dan GoPay Later berizin dan diawasi OJK, terpisah dari izin Bank Indonesia untuk dompetnya, karena memang produk yang berbeda dengan aturan yang berbeda. Kedua, kalau yang dicari memang menabung dengan prinsip syariah atau laporan pengeluaran otomatis, dua hal itu memang hanya disebut di halaman GoPay, dan itu pembeda yang nyata.
Bayar QRIS di luar negeri
Halaman resmi ShopeePay menyebut pembayaran QRIS di luar negeri, dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang disebut namanya. Halaman resmi GoPay menyebut transfer ke luar negeri langsung dari aplikasi. Dua hal itu tidak sama dan tidak saling menggantikan: yang pertama soal membayar di merchant asing, yang kedua soal mengirim uang ke penerima di negara lain. Bagi yang rutin bepergian ke empat negara tersebut, pembeda ini konkret.
Perlindungan saldo
Keduanya menerbitkan janji perlindungan saldo. ShopeePay menyebut Jaminan 100% Saldo Kembali, sertifikasi ISO 27001, dan status berizin serta diawasi Bank Indonesia, dengan badan hukum PT AirPay International Indonesia. GoPay menyebut Jaminan Saldo Kembali, perlindungan akun, serta layanan bantuan 24 jam, dan footernya menyatakan GoPay Indonesia berizin dan diawasi Bank Indonesia dengan badan hukum PT Dompet Anak Bangsa. Kedua dompet karena itu sama-sama berada di bawah pengawasan yang sama, sehingga status izin bukan pembeda di antara keduanya. Keduanya juga menandai janji perlindungan itu dengan catatan syarat dan ketentuan berlaku, dan syarat itulah yang menentukan apakah sebuah kasus tercakup, bukan judulnya.
Satu kebiasaan yang berlaku untuk dompet mana pun: nomor telepon dan kode OTP adalah kunci rekening, dan tidak ada penyedia yang meminta kode itu lewat telepon, chat, atau formulir.
Memilih dalam satu menit
- Belanja rutin di Shopee: ShopeePay, karena saldonya terpakai di tempat yang sama.
- Sering memakai layanan Gojek atau belanja di Tokopedia: GoPay.
- Butuh menarik tunai di kasir minimarket: ShopeePay menyebut Alfamart dan Indomaret.
- Butuh menarik tunai di ATM tanpa kartu: GoPay menyebutkan jalur itu.
- Sering membayar QRIS saat ke luar negeri: ShopeePay menyebut empat negara.
- Sering mengisi saldo dalam nominal kecil: ShopeePay menyebut gratis admin isi saldo hingga 25 kali per bulan.
- Memindahkan saldo ke bank puluhan kali sebulan: perhatikan batas 100 kali per bulan yang diterbitkan GoPay, dan pastikan ke aplikasi masing-masing sebelum mengandalkannya.
Perlu ditegaskan karena sering terlewat: tidak ada keharusan memilih satu. Keduanya dapat dipasang berdampingan di ponsel yang sama, dan bagi kebanyakan orang jawaban yang benar memang itu, yaitu membiarkan masing-masing terpakai di ekosistemnya sendiri dan tidak memindah-mindahkan saldo tanpa alasan.
Dari sisi penjual, pertanyaan ini tidak perlu dijawab
Semua di atas adalah keputusan pembeli. Bagi penjual, memilih dompet bukan keputusan yang ada: karena QRIS lintas penerbit, satu kode yang sama sudah menerima pembayaran dari ShopeePay, GoPay, dan aplikasi lain yang mendukung QRIS, sehingga mendaftar akun merchant di setiap dompet hanya menambah dashboard tanpa menambah pembeli. Alasan lengkapnya ada di pembahasan GoPay Merchant dibanding QRIS saja. Yang justru perlu diputuskan penjual adalah bentuk kodenya, yaitu QRIS statis di konter atau pembayaran yang diterbitkan per pesanan sehingga setiap pembayaran langsung terhubung ke pesanan yang tepat. Kasera Pay dibuat untuk jalur kedua, dengan tarif yang berlaku saat ini sebesar tarif QRIS 0,7% ditambah Rp 250 per transaksi berhasil. Perbandingan biayanya per nominal ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account, dan latar belakang tarif QRIS beserta perubahan yang berlaku 1 Oktober 2026 ada di tulisan tentang biaya QRIS 2026.