Blog · Terbit · Diperbarui

Open payment dan closed payment adalah: arti, contoh, dan kapan pakai masing-masing

Closed payment adalah pembayaran yang nominalnya ditentukan penjual, dengan satu kode bayar atau nomor Virtual Account yang hanya berlaku untuk satu transaksi. Open payment adalah pembayaran yang nominalnya diisi pembayar, dengan satu kode bayar yang dipakai berkali-kali. Itu keseluruhan perbedaannya.

Closed paymentOpen payment
NominalDitentukan penjual, terkunciDiisi pembayar (penjual bisa memberi batas atau pilihan)
Kode bayar atau nomor VASekali pakai, untuk satu tagihanDipakai berulang oleh banyak pembayar
Pencocokan dengan tagihanOtomatis, kode membawa identitas tagihannyaPerlu nama, catatan, atau kode per pembayar
ContohCheckout toko online, invoice, tiket acaraIuran komunitas, donasi, QR yang dicetak di meja

Kedua istilah ini dipopulerkan dokumentasi payment gateway lokal, misalnya dokumentasi developer TriPay, yang memakai rumusan yang sama: pada closed payment “1 Kode Bayar/Nomor Virtual Account hanya dapat digunakan sekali”, dan pada open payment pelanggan dapat memasukkan nominal berapa pun.

Yang membuat istilah ini membingungkan bukan definisinya, melainkan kebiasaan mencampurnya dengan pasangan istilah lain: direct dan redirect. Keduanya bukan hal yang sama, dan salah memetakannya membuat pilihan integrasi terasa lebih rumit daripada seharusnya.

Dua sumbu, bukan satu

Karena keduanya sumbu terpisah, keempat kombinasinya sah dan semuanya ada di dunia nyata.

DirectRedirect
ClosedCheckout toko menampilkan sendiri QR atau nomor VA sebesar isi keranjang, tanpa keluar dari situsTautan pembayaran satu kali yang dikirim ke pembeli lewat chat
OpenNomor VA tetap milik satu anggota, ditampilkan di halaman profil aplikasi sendiriHalaman donasi permanen tempat pembayar mengisi nominalnya sendiri

Akibat yang jarang disebut: rekonsiliasi

Perbedaan nyata antara open dan closed baru terasa saat uang sudah masuk dan harus dicocokkan dengan tagihan.

Pada closed payment, satu kode bayar terikat pada satu tagihan. Pembayaran yang masuk sudah membawa identitas tagihannya sendiri, jadi pencocokan otomatis dan tidak ada yang perlu ditebak.

Pada open payment, kode yang sama dipakai banyak orang berkali-kali. Yang tersedia saat uang masuk hanyalah nominal, waktu, dan apa pun yang sempat diisi pembayar. Contoh konkretnya: iuran komunitas Rp 50.000 per bulan untuk 120 anggota, satu tautan bersama. Akhir bulan tercatat 118 pembayaran. Dua anggota yang belum membayar tidak bisa ditentukan dari data pembayaran saja, karena nama yang diketik pembayar tidak selalu sama dengan nama di daftar anggota, dan sebagian orang membayarkan iuran orang lain sekaligus.

Ada tiga cara menutup celah itu, dan semuanya sah:

Hitungan biayanya untuk contoh iuran tadi (ilustrasi, tarif QRIS Kasera Pay 0,7% + Rp 250): satu iuran Rp 50.000 berbiaya Rp 600, jadi 118 pembayaran berbiaya Rp 70.800 sebulan. Angkanya sama apakah iuran ditagih dengan satu tautan bersama atau satu tautan per anggota, karena biaya dihitung per pembayaran berhasil. Yang berbeda hanya waktu yang habis untuk mencocokkan.

Ada juga perbedaan biaya yang perlu dicatat sebelum memilih. Pada TriPay, misalnya, dokumentasi developer mereka yang dibaca ulang pada 5 November 2026 menyebut bahwa untuk open payment biaya transaksi hanya dapat dibebankan ke merchant, sedangkan pada closed payment biaya bisa dibebankan ke merchant atau ke pelanggan. Aturan seperti ini berbeda antar penyedia, jadi layak dicek sebelum menghitung margin.

Bukan open loop dan closed loop

Hasil pencarian untuk “closed payment” sering bercampur dengan istilah lain yang bunyinya mirip: uang elektronik closed loop dan open loop. Bank Indonesia membedakan keduanya menurut lingkup penyelenggaraannya dalam PBI No. 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik. Closed loop adalah saldo yang hanya bisa dibelanjakan di penerbitnya sendiri, misalnya saldo di aplikasi satu jaringan kedai kopi. Open loop bisa dipakai di banyak merchant, misalnya saldo e-wallet yang diterima di mana-mana.

Itu soal di mana saldo bisa dibelanjakan, bukan soal siapa yang menentukan nominal sebuah tagihan. Penjual yang sedang memilih cara menagih lewat payment gateway hanya perlu memikirkan open payment dan closed payment.

Kapan closed payment

Kapan open payment

Bentuknya di Kasera Pay

Kedua sumbu tadi punya padanan langsung, tanpa istilah baru yang perlu dihafal:

Satu batasan perlu disebut: Kasera Pay tidak menerbitkan nomor Virtual Account tetap per pelanggan. Nomor VA diterbitkan per tagihan, jadi bentuk “open VA” di tabel dua sumbu tadi tidak tersedia di sini; yang hilang karenanya dan cara menutupinya ada di perbandingan nomor VA tetap dan nomor VA per pesanan.

Metode yang aktif hari ini adalah QRIS dan tujuh bank Virtual Account (BRI, BNI, Mandiri, Permata, CIMB Niaga, Danamon, Maybank). Satu hal yang berlaku pada closed payment lewat API: pencegahan tagihan ganda hanya datang dari header Idempotency-Key. Mengirim external_id yang sama dua kali menghasilkan dua permintaan pembayaran, bukan satu, dan alasannya dijelaskan di halaman idempotency.

Jebakan yang menyamar sebagai open payment

QRIS statis, yaitu satu kode QR yang dicetak dan dipakai semua orang, terlihat seperti open payment yang paling murah. Bedanya, kode itu tidak menghasilkan permintaan pembayaran apa pun, sehingga tidak ada status yang bisa ditanyakan per transaksi dan tidak ada webhook yang bisa dipasang. Yang tersisa hanyalah mutasi rekening dan tangkapan layar dari pembeli, yang justru merupakan sumber masalah pencocokan tadi. Perbandingan lengkap antara keduanya ada di cara tahu pembayaran QRIS sudah masuk.

Perbandingan istilah ini dengan gateway lain, termasuk pemetaan lengkap direct, redirect, open, dan closed beserta tabel tarifnya, ada di perbandingan Kasera Pay dan TriPay.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store