Perbandingan · Terbit · Diperbarui

Lewat agregator atau membangun integrasi sendiri ke bank: biaya yang tidak pernah muncul di tabel tarif

Pertanyaannya hampir selalu muncul dalam bentuk yang sama. Kalau uangnya toh berakhir di bank, kenapa harus ada pihak di tengah yang menagih persentase pada tiap transaksi, dan bukankah menghubungkan sistem sendiri langsung ke bank akan menghapus biaya itu. Bagian pertama dari pertanyaan itu benar. Bagian keduanya mengandaikan bahwa yang dibeli dari sebuah agregator adalah koneksi teknis, padahal koneksi teknis justru bagian termurah dari yang dibayar.

Kami membangun Kasera Pay, jadi kepentingannya jelas ada di satu sisi. Justru karena itu halaman ini disusun sebagai daftar biaya, bukan sebagai bujukan: ada keadaan yang membuat integrasi langsung benar-benar pilihan yang tepat, dan keadaan itu bisa dikenali dari angka, bukan dari selera.

Yang sebenarnya dibeli dari sebuah agregator

Sebuah agregator menjual paket yang isinya empat, dan tabel tarif hanya menyebut harganya, tidak pernah isinya.

Jumlah integrasi bukan satu, melainkan sebanyak rail-nya

Ini bagian yang paling sering salah diperkirakan. “Integrasi langsung ke bank” terdengar seperti satu pekerjaan, padahal jumlahnya mengikuti jumlah metode pembayaran yang ingin ditawarkan. Bentuknya bisa dilihat pada produk ini sendiri: daftar di dokumentasi metode pembayaran menampilkan QRIS dan Virtual Account dari tujuh bank, dan di belakang satu antarmuka yang seragam itu tidak ada satu hubungan, melainkan delapan.

Tiap rail membawa perbedaannya sendiri, dan perbedaan itulah yang menjadi pekerjaan: bentuk identitas pembayaran berbeda, nomor Virtual Account per transaksi tidak sama persoalannya dengan kode QR yang dipindai, jadwal penyelesaian dana berbeda antar lembaga, dan cara tiap pihak memberi tahu bahwa uang sudah masuk juga berbeda. Menambah satu bank berarti menambah satu integrasi penuh beserta satu rekonsiliasi baru, bukan menambah satu baris konfigurasi.

Pekerjaan yang tetap ada setelah integrasinya jadi

Perkiraan biaya integrasi langsung hampir selalu berhenti pada “menyambungkan API”, padahal bagian itu selesai dalam hitungan minggu dan tidak pernah menjadi bagian yang mahal. Yang mahal adalah yang berulang setiap hari sesudahnya, dan daftarnya sama untuk siapa pun yang membangunnya sendiri:

Perbandingannya berdampingan

Lewat agregatorIntegrasi langsung
Izin yang harus dipegang sendiriTidak adaWajib, sebagai penyelenggara berlisensi
Jumlah hubungan yang dikelolaSatuSatu untuk tiap bank dan tiap skema
Bentuk biayaPer transaksi, tumbuh mengikuti volumeSebagian besar tetap, berjalan tiap bulan
Waktu sampai bisa menerima pembayaranHariBulan sampai tahun, setelah izin selesai
Menambah satu bank baruPerubahan konfigurasiSatu integrasi dan satu rekonsiliasi baru
Siapa yang berjaga saat rail bermasalahPihak lainTim sendiri, sepanjang waktu

Kekalahan yang jujur dari sisi agregator

Biaya per transaksi tidak pernah berhenti, dan itu bukan hal sepele. Pada volume yang besar, persentase yang sama terus menerus menjadi angka yang jauh lebih besar daripada gaji beberapa orang. Selain itu ada tiga hal lain yang benar-benar hilang: kendali atas jadwal penyelesaian dana, kemampuan menawarkan metode pembayaran yang tidak dimiliki agregatornya, dan kepastian bahwa syarat layanannya tidak berubah. Tarif Kasera Pay ada di syarat layanan, termasuk kalimat bahwa perubahan biaya diberitahukan 30 hari sebelumnya, dan kalimat semacam itu adalah pengakuan bahwa tarif memang bisa berubah.

Kapan integrasi langsung benar-benar masuk akal

Ada tiga keadaan, dan ketiganya bisa diperiksa tanpa berdebat. Pertama, ketika total biaya per transaksi setahun sudah melampaui biaya sebuah tim pembayaran setahun ditambah kewajiban perizinan, bukan melampaui perkiraan biaya membangunnya. Kedua, ketika metode pembayaran yang dibutuhkan memang tidak tersedia di agregator mana pun yang bisa dipakai. Ketiga, ketika pembayaran itu sendiri yang menjadi produknya, sehingga menjadi penyelenggara berlisensi bukan biaya tambahan melainkan rencana usahanya.

Di luar ketiganya, yang biasanya dicari bukan integrasi langsung melainkan agregator yang biayanya lebih masuk akal, atau integrasi yang lebih rapi. Urutan langkah integrasi dari kunci API sampai webhook ada di panduan integrasi QRIS di website.

Jalan tengah yang menjaga pilihan tetap terbuka

Keputusan ini tidak perlu dikunci hari ini, asalkan satu aturan dipegang sejak awal: catatan pesanan tinggal di basis data sendiri, dan pemberitahuan dari pihak mana pun diperlakukan sebagai kabar, bukan sebagai buku besar. Artinya id pesanan lahir di sistem sendiri, id pembayaran dari luar disimpan sebagai kolom pendamping, dan tiap pemberitahuan yang masuk dipakai untuk mencari pesanan lalu memeriksa nominalnya, bukan untuk membuat pesanan baru.

Susunan itu tidak menambah pekerjaan hari ini dan menghapus sebagian besar biaya perpindahan nanti. Yang benar-benar mengunci sebuah usaha pada penyedia pembayarannya bukan tarif, melainkan riwayat pesanan yang hanya ada di tempat lain.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah menghubungkan sistem sendiri langsung ke bank bisa dilakukan tanpa izin?

Tidak. Menerima uang milik orang lain lalu meneruskannya adalah kegiatan yang diatur di Indonesia, dan mengaksesnya lewat rail bank atau QRIS mensyaratkan status sebagai penyelenggara jasa pembayaran berlisensi. Yang sebenarnya dibeli dari sebuah agregator karena itu bukan koneksi teknis, melainkan izin beserta kontrak yang menempel padanya. Sebuah toko atau aplikasi yang tidak berniat menjadi perusahaan pembayaran tidak punya jalur langsung yang legal, seberapa pun mampunya tim teknisnya.

Apakah satu integrasi langsung cukup untuk semua metode pembayaran?

Tidak, dan ini kesalahpahaman yang paling mahal. Integrasi langsung berjumlah satu per rail, bukan satu untuk semuanya. Virtual Account dari tujuh bank berarti tujuh hubungan yang berbeda dengan format, jadwal penyelesaian, dan cara pelaporan yang berbeda, dan QRIS adalah rail lain lagi di luar tujuh itu. Sebuah agregator menyembunyikan seluruh jumlah itu di balik satu antarmuka, dan itulah bagian terbesar dari yang dibayar.

Pada volume berapa integrasi langsung menjadi lebih murah?

Titik impasnya bukan angka universal, tetapi bentuknya selalu sama: biaya per transaksi tumbuh mengikuti volume, sedangkan biaya integrasi langsung sebagian besar tetap dan berulang tiap bulan, yaitu gaji orang yang memelihara dan menjaganya, bukan biaya membangun sekali di awal. Perhitungan yang jujur membandingkan total biaya per transaksi setahun dengan biaya tim pembayaran setahun ditambah kewajiban perizinan, bukan dengan perkiraan waktu membangun. Bagi hampir semua penjual dan hampir semua aplikasi, angka pertama tidak pernah mengejar angka kedua.

Apakah memakai agregator berarti terkunci selamanya?

Tidak kalau catatan pesanan disimpan di basis data sendiri sejak awal. Yang mengunci sebuah integrasi bukan tarifnya, melainkan kebiasaan menjadikan catatan milik pihak lain sebagai satu-satunya sumber kebenaran. Menyimpan id pesanan sendiri, menghubungkannya ke id pembayaran, dan memperlakukan webhook sebagai pemberitahuan dan bukan sebagai buku besar membuat perpindahan menjadi pekerjaan berminggu-minggu, bukan pekerjaan bertahun-tahun.

Bentuk integrasinya sendiri, dari membuat permintaan pembayaran sampai verifikasi otomatis lewat webhook, dirangkum di API QRIS Kasera Pay.

Mulai sekarang

Terima pembayaran pertama minggu ini.

Daftar gratis, buat payment link atau pakai API, dan lihat statusnya berubah otomatis. Tanpa biaya bulanan, biaya transaksi hanya untuk pembayaran yang berhasil.

Dapatkan di Google PlayDownload di App Store